Biodiversitas Mangrove di Desa Terapung dan Totobo Sulawesi Tenggara

  • Erfina Erfina Universitas Sembilanbelas November Kolaka
Keywords: Biodiversita, Mangrove, Desa Terapung, Totobo

Abstract

Mangrove adalah ekosistem lahan basah pasang surut yang sangat produktif dan ditemukan di sepanjang pantai tropis maupun subtropic, mempunyai peranan sangat penting di daerah estuaria, merupakan ekosistem yang sangat unik dan rapuh serta sebagai daerah pertemuan antara lingkungan darat dan laut. Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau mencapai 17.504 pulau dan panjang garis pantai sekitar 95.181 km dengan kondisi biofisik lingkungan dan iklim beragam. Hal ini, didukung dengan ekosistem mangrove terluas di dunia (3.49 juta ha), dimana terdapat sekitar 202 jenis mangrove dengan 166 jenis di Pulau Jawa, 157 jenis di Pulau Sumatera, 150 jenis di Pulau Kalimantan, 142 jenis di Pulau Irian Jaya, 133 jenis di Pulau Maluku, 120 jenis di Kepulauan Sunda Kecil dan 135 jenis di Pulau Sulawesi, sehingga Indonesia dikenal sebagai negara mega biodiversitas. Penelitian ini bertujuan melihat biodiversitas mangrove dan sebagai acuan dalam menambah informasi (database) mengenai kelimpahan mangrove yang ada di Sulawesi Tenggara. Penelitian dilaksanakan di pesisir pantai Desa Terapung dan Desa Totobo Sulawesi Tenggara. Pengambilan data vegetasi mangrove di lokasi penelitian menggunakan metode tanpa plot Point Centered Quarter Method (PCQM) yang masing-masing lokasi diletakan dibuat baseline 100 m, jarak antara sub transek 25 m dan pengukuran parameter lingkungan. Hasil penelitian di dua lokasi ditemukan 7 spesies yaitu: Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lamk., Bruguiera sexangula (Lour). Poir. Rhizophora mucronata Lamk. Xylocarpus granatum Keon. Sonneratia Alba J.E Smith dan Avesinnia marina (Forsk) Vierh.  Namun, jenis yang banyak ditemukan pada stasiun 1 (desa Marobo), karena didukung oleh subtract dan parameter lingkungan (pH tanah: 5 – 7,8), (Kelembaban udara: 72,1—81,55%), (Temperatur udara: 30,45—34,4 0C), (intensitas cahaya 27.5--541.5cd) dan salinitas berkisar (20 -- 30‰).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bahri, A. F. 2006. Analisis Kandungan Nitrat dan Fosfat pada Sedimen Mangrove yang Termanfaatkan di Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru. http://www.mangroveforest.com. Publikasi.
Jupriyati R, Soenardjo N, Suryono CA. 2013. Akumulasi logam berat Timbal (Pb) dan pengaruhnya terhadap histologi akar mangrove Avicennia marina (Forssk). Vierh. di perairan Mangunharjo Semarang. Marine Research. 3(1):61–68
Kusmana, C. 2002. Pengelolaan Ekosistem Mangrove Secara Berkelanjutan dan berbasis Masyarakat. Makalah Disampaikan pada Lokakarya nasional Ekosistem Mangrove. Jakarta.
Kusmana C. 2011. Management Of Mangrove Ecosystem In Indonesia. Fakultas Kehutanan
IPB. Bogor.JPSL (1) 2 : 152 -157.
Keong CY. 2015. Sustainable resource management and ecological conservation of megabiodiversity: The Southeast Asian big-3 reality. International Journal of Environmental Science and Development. 6(11):876–882
Lewis M, Pryor R, Wilking L. 2011. Fate and effects of anthropogenic chemicals in mangrove
ecosystems: A review. Environmental Pollution. 159:2328–2346
Noor YR, Khazali M, Suryadiputra INN. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Bogor (ID):PHKA/WI-IP.
Onrizal. 2005. Adaptasi Tumbuhan Mangrove Pada Lingkungan Salin dan Jenuh Air. e-USU Repository. Universitas Sumatera Utara.
Osland M, Feher LC, Griffith KT, Cavanaugh KC, Enwright NM, Day RH, Stagg CL, Krauss KW, Howard RJ, Grace JB, Rogers K. 2017. Climatic controls on the global distribution, abundance, and species richness of mangrove forests. Ecological Monographs. 87(2):341–359
Polidoro BA, Carpenter KE, Collins L, Duke NC, Ellison AM, Ellison JC, Farnsworth EJ, Fernando ES, Kathiresan K, Koedam NE, Livingstone SR, Miyagi T, Moore GE, Nam VN, Ong JE, Primavera JH, Salmo SG, Sanciangco JC, Sukardjo S, Wang Y, Yong JWH. 2010. The loss of species: Mangrove extinction risk and geographic areas of global concern. Plos One. 5(4):1–10.
Sancayaningsih, R. P., Djohan, C. S. dan Hadisusanto, S. 2014. Petunjuk Praktikum Ekologi. Laboratorium Ekologi dan Konservasi. Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Wahyu, S. L., dan Widyastuti, M. 1998. Identifikasi dan Pengukuran Parameter-Parameter Fisika Lapangan. Kerjasama Fakultas Geografi-UGM dan Bakosurtanal-BANGDA. Proyek MREP. Sulawesi Selatan.
Zainuri AM, Takwanto A, Syarifuddin A. 2017. Konservasi ekologi hutan mangrove di Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. Dedikasi. 14:1–7
Zamroni, Y., dan Rohyani, I. M. 2008. Litterfall productionof mangrove forest in the beach waters of Sepi bay, west Lombo. Biodiversitas. 9(4): 284 -- 287.
Published
2021-07-31
How to Cite
ErfinaE. (2021). Biodiversitas Mangrove di Desa Terapung dan Totobo Sulawesi Tenggara. SAINTIFIK, 7(2), 87-95. https://doi.org/10.31605/saintifik.v7i2.333
Section
Articles