https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/issue/feed SAINTIFIK 2020-11-25T03:41:47+07:00 Hardi Hamzah hardi@unsulbar.ac.id Open Journal Systems <p>Saintifik : Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya</p> https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/264 Evaluasi Bangunan 41 Lantai Tahan Gempa dengan Analisis Dinamik Spektrum Respons Ragam 2020-11-25T03:41:47+07:00 Mansyur Mansyur mansyurusn14@gmail.com <p>Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki intensitas gempa yang tinggi. Oleh karena itu, dalam perencanaan struktur bangunan perlu adanya studi yang lebih mendalam tentang analisis dan perencanaan struktur tahan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis bangunan 41 lantai yang ditinjau di 4 kota Indonesia berdasarkan SNI 03-1726-2012 dengan program komputer. Penelitian ini merupakan penelitian berbasis komputer, dimana bangunan 41 lantai untuk analisis dinamik spektrum respons ragam. Studi kasus bangunan dilakukan pada empat kota di Indonesia yakni Aceh, Kolaka, Yogyakarta, dan Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada peninjauan bangunan dengan analisis dinamik ragam respons spektrum, nilai <em>base shear </em>dan <em>displacement </em>tidak begitu berpengaruh pada besarnya intensitas gempa jika dijadikan perbandingan dengan kota lain akibat lebih besarnya beban lain dibandingkan beban gempa.</p> 2020-08-09T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 Mansyur Mansyur https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/265 Karekterisasi, Kinetika, dan Isoterm Adsorpsi Limbah Ampas Kelapa sebagai Adsorben Ion Cu(II) 2020-11-25T03:41:16+07:00 Agusriyadin Agusriyadin agusriyadin85@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan AK dan AKPM dalam mengadsorpsi ion Cu (II), pengaruh parameter adsorpsi dan mekanisme adsorpsi. AK dan AKP Madsorben dibuat dari residu ampas kelapa. Adsorben dikarakterisasi dengan FTIR, SEM dan EDS. Pengaruh parameter adsorpsi seperti pH awal, dosis adsorben, waktu kontak dan konsentrasi ion Cu (II) awal diperiksa untuk menentukan kondisi optimum serapan tembaga (II). Ion Cu (II) yang teradsorpsi diukur berdasarkan pada konsentrasi Ion Cu (II) sebelum dan sesudah adsorpsi menggunakan metode AAS. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa struktur pori dan gugus fungsi tersedia pada permukaan adsorben. Menurut percobaan efek pH, kapasitas adsorpsi maksimum dicapai pada pH 7. Waktu kontak optimal dan konsentrasi tembaga awal (II) ditemukan masing-masing pada 120 menit dan 100 mg L-1. Data eksperimental sesuai dengan model kinetik orde dua orde dua, dan Langmuir isoterm adsorpsi yang diperoleh paling sesuai dengan data adsorpsi. Kapasitas adsorpsi maksimum adsorben ditemukan menjadi 4,73 dan 6,46 mg g-1 pada kondisi optimal.</em></p> <p>The results of characterization showed that the pore structure and the functional groups were available on adsorbent surface. According to the pH effect experiments, the maximum adsorption capacity was achieved at pH 7. Optimum contact time and initial copper(II) concentration were found at 120 min and 100 mg L<sup>-1</sup>, respectively. The experimental data were comply with the pseudo-second-order kinetic model, and Langmuir adsorption isotherm obtained best fitted the adsorption data. The maximum adsorption capacity of the adsorbents was found to be 4.73 and 6.46 mg g<sup>-1</sup> at optimum conditions.</p> 2020-08-10T05:32:05+07:00 Copyright (c) 2020 Agusriyadin Agusriyadin https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/266 Struktur dan Vibrasi Carbamida: Eksperimen dan Kajian Teoritik Density functional theory (DFT) 2020-11-25T03:40:46+07:00 Laode A. Kadir laode.kadir90@uho.ac.id <p><em>Pada penelitian analisis spektrum vibrasi dilakukan menggunakan spektroskopi infra merah pada rentang 500-4000 cm<sup>-1</sup> untuk molekul karbamida. Struktur molekul, frekuensi vibrasi dasar dan intensitas dan intensitas pita vibrasi diinterpretasikan dengan bantuan optimasi struktur dan perhitungan medan gaya koordinat normal berdasarkan metode density functional theory (DFT). Penugasan getaran yang lengkap dari bilangan gelombang dibuat pada dasar distribusi energi potensial. Hasil B3LYP/6-31G skala memperlihatkan kesesuaian dengan nilai ekperimen.</em></p> 2020-08-10T08:04:34+07:00 Copyright (c) 2020 Laode A. Kadir https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/267 Gambaran Umum Trigona spp. di Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan 2020-11-25T03:40:16+07:00 Phika Ainnadya Hasan phikahasan@unsulbar.ac.id Andi Gita Maulidyah gitamaulidyah@gmail.com Ahmad Baihaqi ahmad.baihaqi@kehati.or.id <p><em>Lebah madu tidak bersengat tersebar dibeberapa pulau di Indonesia, diantaranya Jawa, Kalimantan dan Sulawesi dengan beberapa spesies endemik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai lebah madu tidak bersengat Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini bersifat eksploratif yang dilakukan di tiga desa di Kabupaten Luwu Utara, yaituDesa Sabbang, Desa Baebunta dan Desa Bone-bone. Hasil pengamatan menunjukan terdapat tiga jenis lebah tidak bersengat yang dominan, yaitu Trigona incisa, Trigona leviceps dan Trigona biroi.Terdapat perbedaan jenis pakan pada ketiga desa yang menyebabkan perbedaan warna sarang.</em></p> 2020-08-14T14:14:52+07:00 Copyright (c) 2020 Phika Ainnadya Hasan, Andi Gita Maulidyah, Ahmad Baihaqi https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/258 Penentuan Koefisien Momen Inersia Benda Tegar Berbasis Arduino 2020-11-25T03:39:46+07:00 Rustan Rustan rustan.rustan@unja.ac.id <p><em>Koefisien momen inersia merupakan suatu tetapan bilangan dari momen inersia yang dimiliki oleh benda tegar yang nilainya ditentukan oleh bentuk dan sumbu putar benda. Koefisien momen inersia dapat ditentukan dengan menggunakan metode integral, akan tetapi cukup sulit dilakukan meskipun pada benda-benda yang bentuknya teratur dan homogen. Pada penelitian ini telah dilakukan penentuan koefisien momen inersia menggunakan bantuan mikrokontroller Arduino Uno sebagai alternatif penyelesaian yang lebih mudah. Benda yang menjadi objek pada penelitian ini yaitu bola berongga (bola basket) dan silinder berongga (pipa paralon) yang secara teori memiliki koefisien momen inersia berturut-turut sebesar 0.67 dan 1. Percobaan dilakukan dengan menggelindingkan objek pada bidang miring yang ketinggiannya dapat diubah-ubah. Dua buah sensor fotodioda yang terhubung dengan mikrokontroler arduino uno dipasang pada puncak bidang miring dan dasar bidang miring dengan jarak tertentu untuk mengukur kecepatan benda saat sampai di dasar bidang miring. Data-data yang didapatkan selanjutnya diplot pada grafik hubungan kecepatan kuadrat (v<sup>2</sup>) terhadap ketinggian bidang miring (h). Hasil pengolahan dan analisa data didapatkan koefisien momen inersia bola berongga sebesar 0.68 dengan error 1.49% dan koefisien momen inersia silinder berongga sebesar 0.98 dengan error 2%.</em></p> 2020-08-17T09:50:09+07:00 Copyright (c) 2020 Rustan Rustan https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/260 Pengaruh Pemberian Mikroorganisme Lokal Keong Mas Pengganti Pupuk Anorganik pada Tanaman Kedelai 2020-11-25T03:39:15+07:00 N Kurniawan naning_unja@yahoo.co.id A. P. Lestari naning_unja@yahoo.co.id D Martino dmartino@gmail.com <p><em>Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah Mikroorganisme Lokal Keong Mas mampu menggantikan peran pupuk anorganik pada tanaman kedelai. P</em><em>elaksanaan p</em><em>enelitian </em><em>&nbsp;</em><em>&nbsp;di “Teaching and Research Farm” Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. </em><em>Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari perlakuan kombinasi pupuk anorganik N,P,K dan MOL Keong Mas, yaitu K<sub>0 </sub>= 100% pupuk anorganik, K<sub>1</sub> = 75% pupuk anorganik dan 25% MOL Keong Mas, K<sub>2 </sub>= 50% pupuk anorganik dan 50% MOL Keong Mas, K<sub>3</sub> = 25% pupuk anorganik dan 75% MOL Keong Mas, K<sub>4</sub> = 100% MOL Keong Mas. </em><em>Hasil penelitian </em><em>menunjukkan </em><em>bahwa</em> <em>&nbsp;pemberian kombinasi 50% pupuk anorganik dan 50% MOL Keong Mas memberikan hasil yang dapat menggantikan peran pupuk anorganik pada tanaman kedelai dan dapat mempertahankan hasil pada tanaman kedelai (Glycine max L.)</em></p> 2020-08-17T11:20:56+07:00 Copyright (c) 2020 Linda Handayani https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/259 Pengembangan Sistem Pertanian Hidroponik pada Lahan Sempit Komplek Perumahan 2020-11-25T03:38:45+07:00 A P Lestari aplestari@gmail.com A Riduan ariduan@gmail.com Elliyanti elliyanti@gmail.com D Martino dedemartino@gmail.com <p><em>Pembuatan piranti hidroponik dilakukan dengan membuat besi penyangga perangkat hidroponik, membuat sistem perairan untuk gully-gully hidroponik, dan langkah terakhir adalah membuat gully hidroponik. Selanjutnya, melakukan penyemaian tanaman. Jika tanaman smeai telah setinggi 5 cm, maka segera pindahkan dalam pot abu sekam. Tiap harinya dilakukan pemeliharaan dengan mengontrol kondisi air dan juga nutrisinya. Dalam waktu 1 hingga 1,5 bulan makan tanaman sudha dapat dipanen. Pola tanam hidroponik ini dapat menghasilkan makanan sehat dan segar tiap harinya. Artinya, pengembangan pola tanaman hidroponik di lahan sempit tentu saja sangat efisien dalam mengatasi berbagai persoalan di kehidupan kota, diantaranya dapat mengurangi polusi udara, menambah penghasilan rumah tangga, dan juga memiliki peran sebagai ketahanan pangan dalam keluarga.</em></p> 2020-08-17T12:00:27+07:00 Copyright (c) 2020 Linda Handayani https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/268 Efektivitas Model Pembelajaran Kumon terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII 2020-11-25T03:38:15+07:00 Halidin Halidin halidinidin@yahoo.co.id <p>Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dalam bentuk Pre-Eksperimental<em> Design dengan tujuan 1) untuk mengetahui hasil belajar Pretest matematika</em> siswa sebelum diajar dengan model pembeljaran Kumon; 2) untuk mengetahui hasil belajar Posttest matematika siswa setelah diajar dengan model pembelajaran Kumon; 3) untuk mengetahui apakah model pembelajaran Kumon efektif terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 05 Poleang Timur dalam pengajaran kubus dan balok. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 05 Poleang Timur tahun ajaran 2018/2019 yang tersebar dalam 3 kelas pararel dengan jumlah 56 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling diperoleh satu kelas penelitian, yaitu kelas eksperimen. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 18 orang. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik tes dan non tes. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian secara empiris (deskriptif) menunjukkan bahwa; 1) hasil belajar siswa sebelum diajar dengan model pembelajaran Kumon yang terdiri dari 15 orang diperoleh nilai minimum 44.60, nilai maksimum 84.90, rata-rata (mean) 67.6013, varians 177.435, dan standar deviasi 13.32049; 2) hasil belajar siswa setelah diajar dengan model pembelajaran Kumon yang terdiri dari 15 orang diperoleh nilai minimum 49.71, nilai maximum 100, rata-rata (mean) 72.9993, varians 227.327, dan standar deviasi 15.07735; 3) melalui analisis lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa pada kelas penelitian telah menunjukkan kriterian sangat aktif dengan nilai rata-rata &gt;80%. Hasil penelitian secara inferensial dengan menggunakan uji-t telah diperoleh nilai thitung = 4,79 dengan ttabel = 1.76, menunjukkan bahwa H0 di tolak dan H1 diterima. Secara inferensial ini berarti bahwa model pembelajaran Kumon efektif terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 05 Poleang Timur dalam pengajaran kubus dan balok.</p> 2020-08-18T10:27:03+07:00 Copyright (c) 2020 Halidin Halidin https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/270 Teori Titik Tetap Pemetaan C-kontraktif di Ruang Metrik Kompleks 2020-11-25T03:37:45+07:00 Ahmad Ansar ahmad.ansar@unsulbar.ac.id Hikmah Hikmah hikmah@unsulbar.ac.id <p><em>Konsep titik tetap suatu pemetaan sangat terkait dengan ruang abstrak pemetaan tersebut berada. Ruang metrik kompleks merupakan perumuman dari ruang metrik.&nbsp; Dalam tulisan ini, dijelaskan mengenai eksistensi dan ketunggalan titik tetap pemetaan C-kontraktif di ruang metrik kompleks&nbsp; Selanjutnya, hasil yang diperoleh diperluas pada pemetaan C-kontraktif lemah dan ditunjukkan eksistensi dan ketunggalan titik tetapnya di ruang metrik kompleks.</em></p> 2020-09-16T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 Ahmad Ansar, Hikmah Hikmah