Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik <p>SAINTIFK : Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya</p> en-US <ul> <li class="show">Free access for all users worldwide</li> <li class="show">Authors retain copyright to their work</li> <li class="show">Increased visibility and readership</li> <li class="show">Rapid publication</li> <li class="show">No spatial constraints</li> </ul> hardi@unsulbar.ac.id (Hardi Hamzah) hadi@unsulbar.ac.id (Jushadi Arman Saz) Wed, 24 Jul 2019 00:00:00 +0700 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Stabilisasi Umpan Balik Output Semi-Global dari Sistem Nonlinear Berfase Non-Minimum https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/226 <p>Penelitian ini membahas masalah &nbsp;output <em>f</em><em>ee</em><em>db</em><em>ac</em><em>k</em><em> &nbsp;</em>dari kelas nonlinear dengan meng• gunakan <em>E</em><em>x</em><em>t</em><em>e</em><em>nd</em><em>e</em><em>d</em><em> &nbsp;K</em><em>a</em><em>lm</em><em>an </em><em>F</em><em>i</em><em>lt</em><em>er </em><em>- </em><em>E</em><em>x</em><em>t</em><em>e</em><em>nd</em><em>e</em><em>d</em><em> &nbsp;H</em><em>i</em><em>gh Ga</em><em>i</em><em>n Ob</em><em>serve</em><em>r </em>(EKF-EHGO). Dengan menggunakan kontrol output &nbsp;<em>f</em><em>ee</em><em>dba</em><em>ck</em><em> &nbsp;</em>yang memenuhi <em>i</em><em>nput </em><em>s</em><em>tat</em><em>e &nbsp;</em><em>s</em><em>ta• bil</em><em>i</em><em>ty &nbsp;</em>(ISS),&nbsp; &nbsp;ketidakstabilan&nbsp; &nbsp;dinamik &nbsp;internal&nbsp; &nbsp;dapat&nbsp; &nbsp;diubah &nbsp;menjadi &nbsp;stabil semi-global&nbsp; &nbsp;di titik &nbsp;asal.&nbsp;&nbsp; &nbsp;Karena &nbsp;output&nbsp; &nbsp;pada &nbsp;sistem&nbsp; &nbsp;yang &nbsp;berbentuk&nbsp; &nbsp;nor• mal &nbsp;tidak &nbsp;bisa diukur, &nbsp;output &nbsp;tersebut &nbsp;akan diestimasi &nbsp;dengan menggunakan EKF-EHGO.&nbsp; &nbsp;Solusi &nbsp;masalah &nbsp;ini diilustrasikan dengan contoh</p> <p>&nbsp;</p> Ansar Ansar, Janson Naiborhu Copyright (c) 2019 Ansar Ansar, Janson Naiborhu https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/226 Wed, 24 Jul 2019 00:00:00 +0700 Perbandingan Suction Potential dan Water Content pada Saluran Irigasi Menggunakan Dual Reciprocity https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/231 <p><em>Penelitian membahas &nbsp;penerapan metode elemen batas dual-reciprocity (MEBDR) pada saluran irigasi jalur yang periodik pada tanah homogen. MEBDR merupakan salah metode numerik yang dapat menyelesaikan masalah infiltrasi stasioner pada saluran periodik pada tanah yang homogen. Beberapa penelitian sebelumnya hanya menhitung secara analisis. Oleh karena itu, MEBDR ini sangat diperlukan. Penelitian ini meruapakn penelitian studi literatur dengan menggunakan simulasi MATLAB. Dalam peneyelesaiannya </em><em>dibangun dari Persamaan Richards. Persamaan Richards ini kemudian ditransformasikan menjadi Persamaan Helmholtz termodifikasi. Selanjutnya dengan DRBEM, solusi numerik dari Persamaan Helmholtz termodifikasi diperoleh. Menggunakan solusi numerik yang diperoleh, dapat dihitung nilai numerik dari suction potential dan water content. Dari beberapa saluran periodik, diperoleh saluran non-flat tanpa lapisan memiliki infiltrasi yang baik dibanding saluran flat dan non flat dengan lapisan impermeabel. Dalam hal ini saluran rectangular memiliki suction potential dan water content paling baik jika dibandingkan dengan trapezoidal dan semi circular. Karena perbedaan dari ketiga saluran tersebut tidak begitu signifikan. Jika diterapkan dalam bidang pertanian, maka akan membantu dalam meningkatkan hasil pertanian, khususnya tanaman yang menggunakan irigasi jalur.</em></p> Jahring Jahring, Nasruddin Nasruddin Copyright (c) 2019 Jahring Jahring, Nasruddin Nasruddin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/231 Wed, 24 Jul 2019 00:00:00 +0700 Komposisi Kimia Batu Kapur Alam dari Indutri Kapur Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/230 <p><em>Potensi sumber daya mineral kabupaten Kolaka hampir tersebar diseluruh kecamatan. Ini dibuktikan dengan adanya beberapa perusahaan tambang yang beroperasi di kabupaten Kolaka. Salah satu mineral yang ada di kabupaten Kolaka adalah batu kapur atau yang biasa dikenal dengan istilah batu gamping. Batu kapur ialah jenis batuan sedimen yang umumnya mengandung senyawa karbonat terutama Kalsium Karbonat (CaCO<sub>3</sub>). Pada umumnya batu kapur diolah untuk bahan campuran bangunan, industri, serta bahan kimia &nbsp;bagian sektor katalis. Analisis komposisi batu kapur dari kabupaten Kolaka telah dilakukan dalam penelitian ini. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kualitas batu kapur alam Kolaka agar kedepannya bisa menjadi bahan pertimbangan untuk dimanfaatkan lebih lanjut. Hasil analisis menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF) menunjukkan komposisi mineral yaitu CaO, CaCO<sub>3</sub> , Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, SiO<sub>2</sub>, CaO, Fe<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, MgO , Cr<sub>2</sub>O<sub>3</sub><sub> , </sub>Fe<sub>2</sub>O<sub>3</sub><sub>,&nbsp; </sub>K<sub>2</sub>O, MnO, Na<sub>2</sub>O, P<sub>2</sub>O<sub>5</sub><sub>,&nbsp; </sub>ZnO,&nbsp; SO<sub>3&nbsp; </sub>dan TiO<sub>2</sub>.</em></p> Megawati Megawati, Alimuddin Alimuddin, Laode Abdul Kadir Copyright (c) 2019 Megawati Megawati, Alimuddin Alimuddin, Laode Abdul Kadir https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/230 Wed, 24 Jul 2019 00:00:00 +0700 Konfigurasi Spasial Potensi Kekuatan Gempa Bumi Menggunakan Metode Kriging Semivariogram Anisotropik 3D https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/225 <p>Indonesia terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, lempeng Filipina, dan Samudera Pasifik. PergerIndonesia terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, lempeng Filipina, dan Samudera Pasifik. Pergerakan relatif dari lempeng tektonik tersebut menimbulkan terjadinya gempa bumi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah memberikan gambaran spasial lokasi gempa di sekitar observasi yang tidak diketahui dengan metode <em>Ordinary</em> <em>Kriging</em> (OK) melalui semivariogram anisotropik. Data gempa bumi diperoleh dari website IRIS (<em>Incorporated Research Institutions For Seismology</em>), yang pernah terjadi di wilayah Indonesia yaitu di Laut Banda, pada tanggal 31 Januari 2008<em>. </em>Dengan asumsi stasioner, proses pencocokan digunakan dengan model semivariogram Eksponensial. Hasil analisis <em>Ordinary Kriging</em> (OK) melalui semivariogram anisotropik dalam tiga dimensi dari potensi kekuatan gempa bumi diperoleh gambaran spasial bahwa setiap hasil estimasi dipengaruhi perubahan arah dan data observasi di sekitarnya dengan arah sudut &nbsp;dan . Jika lokasi yang akan diestimasi berada di sekitar data observasi dengan rataan cukup besar, maka hasil estimasi akan mendekati nilai data observasi sebaliknya, jika lokasi yang akan diestimasi berada jauh dari data observasi dengan rataan cukup besar maupun kecil, maka hasil estimasi akan berbeda jauh dengan nilai data observasi.akan relatif dari lempeng tektonik tersebut menimbulkan terjadinya gempa bumi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah memberikan gambaran spasial lokasi gempa di sekitar observasi yang tidak diketahui dengan metode <em>Ordinary</em> <em>Kriging</em> (OK) melalui semivariogram anisotropik. Data gempa bumi diperoleh dari website IRIS (<em>Incorporated Research Institutions For Seismology</em>), yang pernah terjadi di wilayah Indonesia yaitu di Laut Banda, pada tanggal 31 Januari 2008<em>. </em>Dengan asumsi stasioner, proses pencocokan digunakan dengan model semivariogram Eksponensial. Hasil analisis <em>Ordinary Kriging</em> (OK) melalui semivariogram anisotropik dalam tiga dimensi dari potensi kekuatan gempa bumi diperoleh gambaran spasial bahwa setiap hasil estimasi dipengaruhi perubahan arah dan data observasi di sekitarnya dengan arah sudut &nbsp;dan . Jika lokasi yang akan diestimasi berada di sekitar data observasi dengan rataan cukup besar, maka hasil estimasi akan mendekati nilai data observasi sebaliknya, jika lokasi yang akan diestimasi berada jauh dari data observasi dengan rataan cukup besar maupun kecil, maka hasil estimasi akan berbeda jauh dengan nilai data observasi.</p> Salim Salim, Utriweni Mukhaiyar Copyright (c) 2019 Salim Salim, Utriweni Mukhaiyar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/225 Wed, 24 Jul 2019 00:00:00 +0700 Respon Hematologi Ikan Nila (oreochromis niloticus) pada Suhu Pemeliharaan yang Berbeda https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/224 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu media pemeliharaan yang berbeda terhadap respon hematologi ikan nila (Oreochromis niloticus) meliputi jumlah kadar glukosa darah, eritrosit, leukosit, dan trombosit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang terdiri dari empat perlakuan yaitu kontrol (suhu 29<sup>o</sup>C), A (suhu 31<sup>o</sup>C), B (suhu 33<sup> o</sup>C) dan C (35<sup> o</sup>C) dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan pada suhu pemeliharaan yang berbeda diketahui bahwa ikan nila mengalami stres pada perlakuan A, B dan C dibandingkan dengan ikan kontrol. Hal ini ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah hingga akhir pemeliharaan terdapat pada perlakuan C (35<sup>o</sup>C) sebesar </em><em>145,04 mg/dL. Nilai tertinggi total eritrosit terdapat pada perlakuan A (31<sup>o</sup>C) sebesar 3,36 x 10<sup>6</sup> sel/ml. Total leukosit tertinggi terdapat pada perlakuan C (35<sup>o</sup>C) sebesar 7,08 x 10<sup>4</sup> sel/ml. Nilai tertinggi trombosit pada perlakuan B (33<sup>o</sup>C) sebesar 1,74 x 10<sup>5</sup> sel/ml. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan suhu air pada akuarium dapat menyebabkan stres pada ikan nila sehingga dapat mempengaruhi fisiologi hematologi normal ikan.</em></p> Saparuddin Saparuddin Copyright (c) 2019 Saparuddin Saparuddin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/224 Wed, 24 Jul 2019 00:00:00 +0700 - KOMPOSISI VEGETASI MANGROVE DAN IDENTIFIKASI FAUNA SECARA VERTIKAL DIPESISIR PANTAI KECAMATAN POMALA, KOLAKA, SULAWESI TENGGARA https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/229 <p><em>Vegetasi hutan mangrove di Indonesia memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi, dengan jumlah jenis tercatat sebanyak 202 jenis yang terdiri dari 89 jenis pohon, 5 jenis palem, 14 jenis liana, 44 spesies epifit dan 1 jenis sikas. Hutan mangrove sebagai salah tempat pengasuhan (nursery ground), pemijahan (spawning ground) dan mencari makan (feeding ground). Kabupaten Kolaka adalah satu daerah yang memiliki hutan mangrove yang terletak dipesisir pantai yang dapat menunjang perekonomian masyarakat nelayan dan keberagaman fauna yang terletak dikecamatan Pomala. Penelitian ini bertujuan melihat komposisi vegetasi mangrove dan identifikasi fauna secara vertikal sebagai acuan dalam menambah informasi (database) mengenai komposisi vegetasi mangrove yang ada di kabupaten Kolaka. Penelitian dilaksanakan dipesisir pantai kecamatan Pomala, Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pengambilan data vegetasi mangrove pada lokasih penelitian menggunakan metode plot yang masing-masing lokasi diletakan lima titik sampling, tiap plotnya berukuran 10 x 10 m2 dan disetiap plot dibagi lagi menjadi 4 sub plot organisme berukuran 5 x 5 m2 untuk mempermudah perhitungan fauna vertikal pada mangrove, keberadaan fauna yang berasosisasi di mangrove mewakili setiap pengaruh di ditempatkannya plot dan pengukuran fisikokimia lingkungan. Hasil penelitian ditemukan 4 spesies yaitu Rhizophora mucronate Lamk.&nbsp; Sonneratia casiolaris (L) Engl&nbsp; Sonneratia Alba J.E Smith dan&nbsp; Avesinnia marina (Forsk) Vierh. Terdapat 15 spesies fauna serta parameter lingkungan yang mendukung pertumbuhan mangrove dan hidup berkembangnya&nbsp; fauna.&nbsp; </em></p> <p><em>Vegetasi hutan mangrove di Indonesia memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi, dengan jumlah jenis tercatat sebanyak 202 jenis yang terdiri dari 89 jenis pohon, 5 jenis palem, 14 jenis liana, 44 spesies epifit dan 1 jenis sikas. Hutan mangrove sebagai salah tempat pengasuhan (nursery ground), pemijahan (spawning ground) dan mencari makan (feeding ground). Kabupaten Kolaka adalah satu daerah yang memiliki hutan mangrove yang terletak dipesisir pantai yang dapat menunjang perekonomian masyarakat nelayan dan keberagaman fauna yang terletak dikecamatan Pomala. Penelitian ini bertujuan melihat komposisi vegetasi mangrove dan identifikasi fauna secara vertikal sebagai acuan dalam menambah informasi (database) mengenai komposisi vegetasi mangrove yang ada di kabupaten Kolaka. Penelitian dilaksanakan dipesisir pantai kecamatan Pomala, Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pengambilan data vegetasi mangrove pada lokasih penelitian menggunakan metode plot yang masing-masing lokasi diletakan lima titik sampling, tiap plotnya berukuran 10 x 10 m2 dan disetiap plot dibagi lagi menjadi 4 sub plot organisme berukuran 5 x 5 m2 untuk mempermudah perhitungan fauna vertikal pada mangrove, keberadaan fauna yang berasosisasi di mangrove mewakili setiap pengaruh di ditempatkannya plot dan pengukuran fisikokimia lingkungan. Hasil penelitian ditemukan 4 spesies yaitu Rhizophora mucronate Lamk.&nbsp; Sonneratia casiolaris (L) Engl&nbsp; Sonneratia Alba J.E Smith dan&nbsp; Avesinnia marina (Forsk) Vierh. Terdapat 15 spesies fauna serta parameter lingkungan yang mendukung pertumbuhan mangrove dan hidup berkembangnya&nbsp; fauna.&nbsp; </em></p> Sutriani Kaliu, Ramad Arya Fitra Copyright (c) 2019 Sutriani Kaliu https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/229 Tue, 26 Nov 2019 00:00:00 +0700 Pengaruh Penggunaan Media Film Kartun Matematika Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SD Negeri 187 Pinrang https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/232 <p><em>Penelitian ini menelaah tentang uji coba media film kartun matematika pada mata pelajaran matematika siswa SD Negeri 187 Pinrang. untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penggunaan media film kartun matematika terhadap hasil belajar matematika siswa SD Negeri 187 Pinrang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dan menggunakan desain Quasy Experimental dalam bentuk Pretest-Posttest Non Equivalent Control Group Design. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu 70 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dalam bentuk pilihan ganda dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dan statistik&nbsp; inferensial. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji Paired Sample T-Test diperoleh signifikansi&nbsp; 0,00&nbsp; (0,00&nbsp; &lt;&nbsp;&nbsp; 0,05) dan hasil analisis dari uji t diperoleh nilai&nbsp; - t<sub>hitung&nbsp;&nbsp;&nbsp; </sub>&lt;&nbsp; - t<sub>tabel</sub> (-22.321 &lt; -2.032) menunjukkan bahwa H<sub>0</sub> ditolak yang artinya terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar matematika siswa SD Negeri 187 Pinrang antara sebelum dan sesudah penggunaan media film kartun matematika. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media film kartun matematika berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa SD Negeri 187 Pinrang.</em></p> Zaid Zainal, Andi Jasriani, Hasnah Hasnah Copyright (c) 2019 Zaid Zainal, Andi Jasriani, Hasnah Hasnah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.unsulbar.ac.id/index.php/saintifik/article/view/232 Fri, 29 Nov 2019 00:09:34 +0700