Identifikasi Toxoplasma Gondii Terhadap Feses Kucing Peliharaan Sebagai Sumber Penyebaran Toxoplasmosis di Kota Ternate

  • Ismail Rahman Universitas Khairun
  • Amran Nur Universitas Khairun
Keywords: Kucing Peliharaan, T. gondii, Toxoplasmosis

Abstract

Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Toksoplasmosis adalah penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang berasal dari hewan dan dapat ditularkan ke manusia. Penyakit ini biasanya menjadi momok para wanita karena merupakan salah satu penyebab ketidaksuburan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain studi Cross Sectional, Populasi penelitian adalah kucing peliharaan yang berada di Kelurahan Akehuda Kota Ternate. Jumlah sampel sebanyak 17 feces kucing peliharaan dan diperiksa dengan menggunakan metode apung di Laboratorium. Dari Hasil Penelitian ini diharapkan menjadi informasi mengenai keberadaan dari penyakit toxoplakmosis sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan secara dini terhadap adanya dampak dari toxoplakmosis terutama terhadap sumber penularannya. Dari hasil penelitian ini menunjukkan keberadaan Toxoplamosis yang dilihat dari keberadaan ookista T.gondii diperoleh sebesar 0%, Akan tetapi, meskipun pada penelitian ini tidak didapatkan keberadaan T.gondii atau 0%, perlu dipahami bahwa T.gondii dalam bentuk ookista dapat ditularkan oleh berbagai hewan sebagai inang intermediet dan ookista dapat menempel pada debu di musim kemarau, maka kehadiran agen parasit zoonosis ini sangat perlu untuk diwaspadai.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustin, P. D., & Mukono, J. (2015). Kejadian Toksoplasmosis Pada Pemelihara Dan Bukan Pemelihara Kucing Di Kecamatan Mulyorejo , Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 8(1), 103–117.
Konishi, E., Houki, Y., Harano, K., Mibawani, R. S., Marsudi, D., Alibasah, S., & Dachlan, Y. P. (2000). High prevalence of antibody to Toxoplasma gondii among humans in Surabaya, Indonesia. In Japanese Journal of Infectious Diseases (Vol. 53, Issue 6, pp. 238–241).
Kum, S. R. P. (2017). Infeksi Toxoplasma gondii pada Kucing (Felis catus) di Kecamatan Tamalanrea Makassar. In Skripsi Universitas Hasanuddin. Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Manik, A., made oka, I., & Dwinata, I. (2013). Bioassay Toxoplasma Gondii Pada Kucing. Indonesia Medicus Veterinus, 2(1), 22–31.
Pudjiatmoko dkk. (2014). Manual Penyakit Hewan Mamalia. In Direktorat Kesehatan Hewan.
Robert-Gangneux, F., & Dardé, M. L. (2012). Epidemiology of and diagnostic strategies for toxoplasmosis. Clinical Microbiology Reviews, 25(2), 264–296. https://doi.org/10.1128/CMR.05013-11
Septiani, W. (2018). Karya Tulis Ilmiah Identifikasi Oosista Toxoplasma gondii Pada Tinja Kucing di Desa Rawang Pasar VI Kabupaten Asahan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan Jurusan Analis Kesehatan.
Soedarto. (2012). Toksoplasmosis, Mencegah dan Mengatasi Penyakit Melindungi Ibu dan Anak.
Soedarto. (2016). Buku Ajar Parasitologi Kedokteran Edisi Ke dua. CV. Sagung Seto.
Suparman, E. (2012). Toxoplasmosis Differential Diagnoses. Jurnal Biomedik, 4(1), 13–19. https://emedicine.medscape.com/article/229969-differential
Three, A., Joy, A., & Suratma, N. A. (2015). Isolasi dan Identifikasi Oosista Toxoplasma Gondii pada Feses Kucing dengan Metode Pengapungan Gula Sheater. Indonesia Medicus Veterinus, 4(2), 88–96.
Tunda, J. S. B. (2016). Hubungan Seroprevalensi Toxoplasma gondii dengan Konsumsi Daging Babi pada Perempuan di Manado. Majalah Kedokteran UKI, 32(3), 120–125.
Wijayanti, T., & Marbawati, D. (2014). Seropositif Toksoplasmosis Kucing Liar pada Tempat-Tempat Umum di Kabupaten Banjarnegara. Balaba, 10(2), 59–64.
Published
2022-07-27
How to Cite
RahmanI., & NurA. (2022). Identifikasi Toxoplasma Gondii Terhadap Feses Kucing Peliharaan Sebagai Sumber Penyebaran Toxoplasmosis di Kota Ternate. SAINTIFIK, 8(2), 146 - 150. https://doi.org/10.31605/saintifik.v8i2.353