PENGEMBANGAN SISTEM PERTANIAN HIDROPONIK PADA LAHAN SEMPIT UNTUK KOMPLEK PERUMAHAN

  • Linda Handayani Universitas Jambi
Keywords: Pertanian Kota, Hidroponik, Lahan Sempit

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi dan perekonomian di perkotaan, membuat kawasan perkotaan semakin berkembang pesat dan terus membutuhkan lahan untuk berbagai kegunaan, seperti perkantoran, fasilitas umum, dan perumahan. Efek dari pesatnya perkembangan kota, tanah-tanah menjadi sangat mahal untuk tiap meternya. Padahal, perkotaan yang memiliki tingkat pencemaran begitu tinggi, selayaknya memiliki tanaman di sekitar lingkungannya untuk mengurangi polusi. Lebih jauh lagi, terbatasnya lahan ini juga dikhawatirkan berakibat pada degradasi lahan. Namun, ada beberapa teknik pertanian yang dapat digunakan untuk mengatasi minimnya lahan pertanian di perkotaan, yaitu teknik pertanian perkotaan.Salah satu teknik tanam yang paling familiar adalah teknik tanam hidroponik. Pembuatan piranti hidroponik dilakukan dengan beberapa langkah. Langkah pertama adalah membuatan sistem hidroponik adalah  membuat besi penyangga perangkat hidroponik. Langkah kedua membuat sistem perairan untuk gully-gully hidroponik.dan langkah terakhir adalah membuat gully hidroponik. Selanjutnya, melakukan penyemaian tanaman. Jika tanaman smeai telah setinggi 5 cm, maka segera pindahkan dalam pot abu sekam. Tiap harinya dilakukan pemeliharaan dengan mengontrol kondisi air dan juga nutrisinya. Dalam waktu 1 hingga 1,5 bulan makan tanaman sudha dapat dipanen. Perangkat hidroponik mampu memberikan penghasilan Rp495.000-Rp1.485.000,-. Selain itu pola tanam hidroponik ini dapat menghasilkan makanan sehat dan segar tiap harinya. Artinya, pengembangan pola tanaman hidroponik di lahan sempit tentu saja sangat efisien dalam mengatasi berbagai persoalan di kehidupan kota, diantaranya dapat mengurangi polusi udara, menambah penghasilan rumah tangga, dan juga memiliki peran sebagai ketahanan pangan dalam keluarga

Downloads

Download data is not yet available.

References

Food and Agriculture Organization (FAO). 2008. Urban Agriculture For Sustainable Poverty Alleviation and Food Security. 84p.

Haletky ,N. and O. Taylor. 2006. Urban Agriculture as a Solution to Food Insecurity: West Oakland and People’s Grocery. Urban Agriculture in West Oakland.

Hou J, Johnson JM and Lawson LJ. 2009. Greening Cities, Growing Communities: Learning from Seattle’s Urban Community Gardens. Seattle, WA: University of Washington Press.

Ida Syamsu Roidah. 2014. Pemanfatan Lahan dengan Menggunakan Sistem Hidroponik. Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo Vol. 1. No. 2: http://jurnal-unita.org/index.php/bonorowo/article/view/14/0.

Mougeot L (ed.). 2005. Agropolis: The Social, Political and Environmental Dimensions of Urban Agriculture. London: Earthscan.

Nordahl D. 2009. Public Produce: The New Urban Agriculture. Washington, DC: Island Press.

Redwood, M. 2008. Agriculture in Urban Planning: Generating Livelihoods and Food Security.London: Earthscan.
Published
2020-08-17
How to Cite
Linda Handayani. (2020). PENGEMBANGAN SISTEM PERTANIAN HIDROPONIK PADA LAHAN SEMPIT UNTUK KOMPLEK PERUMAHAN. SAINTIFIK, 6(2), 136-142. https://doi.org/10.31605/saintifik.v6i2.259