<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink"
         article-type="review"
         dtd-version="1.1"
         specific-use="production"
         xml:lang="uk">
   <front>
      <journal-meta>
         <journal-id journal-id-type="publisher"> </journal-id>
         <issn> </issn>
         <publisher>
            <publisher-name> </publisher-name>
         </publisher>
      </journal-meta>
      <article-meta>
         <article-id pub-id-type="publisher-id"> </article-id>
         <article-id pub-id-type="other"/>
         <article-categories>
            <subj-group>
               <subject/>
            </subj-group>
         </article-categories>
         <title-group>
            <article-title/>
            <article-title xml:lang="uk-UA"> </article-title>
         </title-group>
         <contrib-group>
            <contrib contrib-type="author">
               <name name-style="western">
                  <surname> </surname>
                  <given-names> </given-names>
               </name>
               <xref ref-type="aff" rid="aff1"> </xref>
               <xref ref-type="fn" rid="conf1"/>
               <xref ref-type="corresp" rid="cor1"/>
            </contrib>
            <aff id="aff1">
               <institution content-type="dept"> </institution>
               <addr-line>
                  <named-content content-type="city"> </named-content>
               </addr-line>
               <country> </country>
            </aff>
         </contrib-group>
         <author-notes>
            <corresp id="cor1">
               <email> </email>
            </corresp>
         </author-notes>
         <pub-date date-type="pub" iso-8601-date="" publication-format="print">
            <day> </day>
            <month> </month>
            <year> </year>
         </pub-date>
         <volume/>
         <issue/>
         <elocation-id/>
         <permissions>
            <copyright-statement>© 2017,</copyright-statement>
            <copyright-year>2017</copyright-year>
            <copyright-holder> </copyright-holder>
            <license xlink:href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">
               <license-p>This article is distributed under the terms of the <ext-link ext-link-type="uri"
                            xlink:href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">Creative Commons Attribution License</ext-link>, which permits unrestricted use and redistribution provided that the original author and source are credited.</license-p>
            </license>
         </permissions>
         <abstract abstract-type="section"/>
         <trans-abstract xml:lang="uk"/>
         <kwd-group kwd-group-type="author-keywords">
            <title>Keywords</title>
            <kwd> </kwd>
            <kwd> </kwd>
            <kwd> </kwd>
            <kwd> </kwd>
         </kwd-group>
      </article-meta>
   </front>
   <body>
      <sec>
         <title>Abstrak</title>
         <p>Penelitian  ini  adalah  penelitian  pengembangan  yang  secara  umum  bertujuan  untuk:  (1) Mengembangkan  bahan ajar Fisika/bahan  bacaan siswa pada pokok bahasan listrik dinamis untuk SMA kelas X semester 2 dan (2) Mengembangkan  produk perangkat pembelajaran  Fisika berbasis komputer berupa media presentasi interaktif semi laboratorium virtual untuk pembelajaran di kelas. Model pengembangan  media yang digunakan adalah model R2D2, terdiri dari tiga tahap yaitu: (1) penetapan (define), (2) perancangan  (design), pengembangan  (develop) dan (3) diseminasi terbatas (disseminate).  Penelitian  ini dilaksanakan  dijurusan  Fisika,  FMIPA  Universitas  Negeri  Makassar mahasiswa S1. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif. Statistik   deskriptif   digunakan  untuk  menganalisis   kesahihan   media  presentasi   interaktif   Semi Laboratorium Virtual pada pokok bahasan listrik dinamis. Media presentasi interaktif divalidasi oleh seorang pakar media pembelajaran dan dilakukan penilaian oleh praktisi yakni mahasiswa program pascasarjana (S2) yang berprofesi sebagai guru sebanyak 13 orang dan uji coba terbatas dilakukan pada mahasiswa jurusan fisika (S1) sebanyak 6 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media presentasi  interaktif  Semi  Laboratorium  Virtual  meliputi  penilaian  validator  (ahli  dan  praktisi) memberikan penilaian rata-rata 89,2 % untuk kulitas perangkat lunak dan 87,5 % untuk daya tarik, dan penilaian  Untuk hasil penilaian oleh praktisi diperoleh rata-rata persentase  untuk kepraktisan dan sistematika media presentasi interaktif adalah 88 % atau tergolong dalam kategori baik. Pada saat uji coba terbatas juga secara rata-rata diperoleh penilaian 82 % semua berada pada kategori baik. Hasil penilaian tersebut lebih tinggi dari standar penerimaan yang telah ditentukan yaitu 75,0 %, hal ini menunjukkan  bahwa  perangkat  lunak  presentasi  yang merupakan  media  pembelajaran yang diperuntukkan untuk Guru sebagai media presentasi interaktif Semi Laboratorium Virtual dalam melakukan  pembelajaran  di kelas, memenuhi kesahihan atau valid untuk digunakan sebagai media dalam pelaksanaan pembelajaran.</p>
         <p>Kata kunci: media presentasi, interaktif, listrik dinamis, semi virtual laboratory.</p>
      </sec>
      <sec>
         <title>PENDAHULUAN</title>
         <p>Pemahaman siswa tentang bagaimana arus listrik mengalir dalam kawat masih bersifat abstrak, sebab didasarkan pada fenomena gerakan elektron. Perpaduan antara kajian materi dan eksperimen di laboratorium merupakan cara belajar yang dapat menguatkan pemahaman tentang materi-materi  IPA secara umum dan materi fisika secara khusus. Sebelum melakukan praktik dilaboratorium, siswa perlu memiliki pengetahuan  awal tentang apa yang akan dipraktikkan, baik pengetahuan  tentang konsep- konsep, prinsip-prinsip, dan hukum-hukum yang terkait dengan apa yang akan dipraktikkan, dan tidak kalah  pentingnya  adalah  bagaimana  melakukan  praktikum  itu  sendiri.  Pemberian  tutorial  berupa eksperimen dalam laboratorium virtual melalui perangkat lunak komputer maupun visualisasi tentang eksperimen   dapat   membantu   siswa   mempersiapkan   diri  memasuki   ruang   laboratorium   untuk melakukan  eksperimen  dengan  peralatan  yang  sesungguhnya,  menghindari  kerusakan  yang  tidak perlu, atau meminimalisir bahaya yang dapat diakibatkan dari kelalaian penggunaan alat praktik. Salah satu sarana yang dapat diandalkan  dalam dunia pendidikan  adalah komputer,  kemajuan teknologi  informasi  banyak  didukung  oleh  kemajuan  perangkat  keras  maupun  perangkat  lunak komputer. Tenaga pendidik tentunya tidak boleh tertinggal  dalam memanfaatkan  teknologi termasa termasuk komputer. Pembelajaran berbasis komputer bukanlah sesuatu yang baru, dan langka, hampir di semua jenjang pendidikan  telah mengenal sistem pembelajaran tersebut dalam wujud dan variasi yang berbeda mulai dari sistem stand alone, berbasis jaringan terbatas, sampai yang berbasis internet.</p>
         <p>Sebuah  survei  yang diselenggarakan  Asosiasi  Penyelenggara  Jasa  Internet  Indonesia  (APJII) mengungkapkan  bahwa jumlah pengguna  internet di Indonesia tahun 2012 mencapai  63 juta orang atau 24,23  persen  dari total populasi  negara  ini.Tahun  2013,  angka  itu  diprediksi  naik sekitar  30 persen menjadi 82 juta pengguna dan terus tumbuh menjadi 107 juta pada 2014 dan 139 juta atau 50 persen total populasi pada 2015. (Yusuf, 2013).</p>
         <p>Produk yang dalam penelitian  ini dihasilkan  dapat  disimpan  dalam bentuk keping CD,  Flash Disk,  maupun  diakses  melalui  internet  dan  internet.  Berdasarkan  latar  belakang  di  atas,  penulis merasa perlu untuk mengembangkan  media presentasi  interaktif  Semi  Laboratorium  Virtual pokok bahasan listrik dinamis. </p>
         <p>Rumusan  masalah  dalam  penelitian   ini  adalah  bagaimana   profil  produk  media  presentasi interaktif    Semi  Laboratorium  Virtual  pada  pokok  bahasan  listrik  dinamis  untuk  SMA  kelas  X semester 2?</p>
         <p>Tujuan penelitian ini sebagai berikut:</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>. Mengembangkan bahan ajar Fisika / bahan bacaan siswa pada pokok bahasan listrik dinamis untuk SMA kelas X semester 2.</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib2">2</xref>. Mengembangkan   produk   perangkat   pembelajaran   Fisika   berbasis   komputer   berupa   media presentasi   interaktif   semi   laboratorium   virtual   pada   pokok   bahasan   listrik   dinamis   untuk pembelajaran di kelas.</p>
         <p>Dengan spesifikasi produk yang diharapkan sebagai berikut:</p>
         <p>a.   Bahan ajar / bahan bacaan siswa b.   Media presentasi interaktif</p>
      </sec>
      <sec>
         <title>METODE PENELITIAN</title>
         <p>Mengacu pada rumusan masalah yang telah dikemukakan maka penelitian ini bersifat research and development (R&amp;D). Model pengembangan pada peneltian ini difokuskan pada produk yang akan dihasilkan  yaitu  buku  ajar  pokok  bahasan  listrik  dinamis  dan  media  presentasi  interaktif  semi laboratorium  virtual  pada pokok bahasan  listrik dinamis.  Untuk  mencapai  tujuan ini dipergunakan model R2D2 (Recursive, Reflective Design and Development model) Willis, J. (1995).</p>
         <p>Model  R2D2  memiliki  tiga  komponen   yaitu:  (1)  pendefinisian   (define),  (2)  desain  dan pengembangan  (design and development),  dan (3) penyebarluasan  (disseminate).  Sepintas model ini memiliki  komponen  yang sama dengan model 4D dari Thiagaraian,  Semmel,  dan  Semmel  (1974). Namun,  dalam  model  4D komponen  umumnya  dianggap  bersifat  sekuensial  atau  linier.  Sebagian besar model desain instruksional tradisional didasarkan pada seperangkat tahapan berurutan atau fase, yang dapat dengan mudah diwakili oleh diagram alur.</p>
         <p>Berbeda dengan model R2D2, alur pengembangan  tidak dapat digambarkan secara linier. Pada model  R2D2  keempat  komponen  tersebut  diletakkan  pada  tiga  titik  fokus.  Desainer  tidak  harus bekerja secara berurutan, misalnya, pertama-tama  harus fokus pada komponen pendefinisian.  Model ini   juga   rekursif   atau   iteratif   serta   reflektif   dan   partisipatif.   Aspek   desain   dan   komponen pengembangan,   misalnya,   dapat  menjadi   fokus  perhatian   beberapa   kali  selama  proses  desain instruksional.  Hal ini diharapkan  agar penyusun desain  instruksional  untuk aktif merefleksikan  dan menganalisa  kerja  dan teratur  merevisi  kedua  aspek  yang sedang  dikembangkan  dan model  yang mendasari perkembangannya.</p>
         <p>Model desain pengembangan R2D2 dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
         <p>Gambar 2.1. Ilustrasi Model R2D2</p>
         <p>Model   ini   memiliki   tiga   titik   fokus   (pendefinisian,    desain   dan   pengembangan,   dan penyebarluasan).  Sifat grafik yang tidak memiliki awal atau akhir yang jelas dan membangun sebuah perspektif "dunia tidak mungkin", mewakili dua huruf R dari model R2D2: Rekursif dan Refleksi.</p>
         <p>Gambar  tersebut  merupakan  adaptasi  dari Escher's  impossible  tribar  (Ernst,  1994).  Sebuah impossible  tribar  adalah  segitiga  yang  memiliki  tiga  sudut  90  derajat.  Tiga  segitiga  mustahil membentuk satu segitiga mustahil yang lebih besar dengan setiap sisi merupakan salah satu titik fokus model: pendefinisian, desain dan pengembangan, serta penyebarluasan. </p>
         <p>Pada model R2D2, proses tidak beralih dari satu tahap ke tahap berikutnya jika satu tahap telah</p>
         <p>selesai secara linier. R2D2 bersifat rekursif dan reflektif, artinya satu masalah dapat ditinjau  ulang beberapa  kali  selama  proses  berlangsung  sehingga  solusi,  keputusan  dan alternatif  muncul  secara bertahap selama proyek.</p>
         <p>Subjek dalam penelitian ini adalah media presentasi interaktif semi laboratorium  virtual yangdikembangkan  dan dilengkapi  buku bacaan  siswa pada pokok bahasan  listrik dinamis  untuk  SMA kelas X. Prosedur pengembangan  berdasarkan  model R2D2 yang teridiri atas tiga  komponen  yang disesuaikan  pada langkah  prosedur  pengembangan  media  presentasi  interaktif  akan dibuat  dengan langkah-langkah sebagai berikut :</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>.    Pendefinisian (define) meliputi :</p>
         <p>a.    Menetapkan materi pembelajaran b.    Menganalisis kebutuhan</p>
         <table-wrap id="tbl1" specific-use="rules">
            <label>2</label>
            <caption>
               <title>Desain dan pengembangan (design and develop) meliputi:</title>
            </caption>
            <table>
               <tr>
                  <td/>
                  <td>a.</td>
                  <td>Mengembangkan Materi Pembelajaran</td>
               </tr>
               <tr>
                  <td/>
                  <td>b.</td>
                  <td>Menyusun skenario alur tayangan dan pemrograman</td>
               </tr>
               <tr>
                  <td/>
                  <td>c.</td>
                  <td>Menyusun daftar penyesuaian piranti lunak dan pemanfaatannya</td>
               </tr>
               <tr>
                  <td/>
                  <td>d.</td>
                  <td>Produksi</td>
               </tr>
               <tr>
                  <td>3.</td>
                  <td>pe</td>
                  <td>nyebarluasan (desseminate) meliputi :</td>
               </tr>
               <tr>
                  <td/>
                  <td>a.</td>
                  <td>Validasi dan uji coba</td>
               </tr>
               <tr>
                  <td/>
                  <td>b.</td>
                  <td>Revisi dan penyempurnaan</td>
               </tr>
            </table>
         </table-wrap>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib2">2</xref>.1 Penetapan Fokus Pendefinisian</p>
         <p>Pendefinisian  berfokus pada pembentukan  tim kolaboratif,  dan perumusan  masalah. Tim kolaboratif  yang  akan  dilibatkan  meliputi  ahli  media,  ahli  materi,  ahli  pembelajaran  dan  audiens terbatas. Para ahli akan memvalidasi  bidang sesuai keahliannya  masing-masing.  Untuk uji isi yang berkaitan  dengan  materi  fisika  pokok  bahasan  listrik  dinamis  SMA  kelas  X  semester  II,  akan berkolaborasi  peneliti, dengan mahasiswa S2 program studi fisika pada Program Pascasarjana  UNM sebagai  praktisi.  Ahli media dan peneliti  akan berkolaborasi  dalam  menyusun  skenario  pembuatan perangkat  lunak  paket  multimedia  pembelajaran,  dan  para  mahasiswa  S1  fisika  sebagai  audiens terbatas akan berkolaborasi dalam uji coba penerapan media presentasi interaktif Semi Laboratorium Virtual.</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib2">2</xref>.2 Fokus Desain Pengembangan</p>
         <p>Desain   dan  pengembangan   berfokus   pada   pembuatan   media   presentasi   interaktif   Semi Laboratorium  Virtual  melalui  uji ahli,  praktisi,  dan uji coba  terbatas  pada  mahasiswa  S1 Jurusan Fisika FMIPA UNM. Pengembangan media mencakup (1) Pembuatan buku ajar. (2) media presentasi interaktif.</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib2">2</xref>.3 Fokus Penyebarluasan.</p>
         <p>Mengingat  batas akhir waktu penyelesaian,  maka tahap diseminasi  pada penelitian  ini  tidak dilaksanakan secara luas.</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib2">2</xref>.4 Uji Coba Produk</p>
         <p>Uji coba media presentasi interaktif Semi Laboratorium Virtual bertujuan untuk menghasilkan produk yang layak.  Didalam  ujicoba  akan dipelajari  kelemahan-kelemahan  untuk  direvisi.  Berikut akan  dikemukakan  desain  uji  coba,  subyek  uji  coba,  jenis  data,  teknik  pengumpulan  data  dan instrumen, dan teknik analisis data.</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib2">2</xref>.5 Desain Uji Coba</p>
         <p>Produk berupa  media presentasi  interaktif  Semi Laboratorium  Virtual  melalui  uji coba  ahli pembelajaran, uji coba ahli materi, uji coba praktisi (Mahasiswa S2 Program Studi Fisika PPs UNM) dan mahasiswa kelompok kecil pada mahasiswa S1 jurusan Fisika FMIPA UNM.</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib2">2</xref>.6 Jenis Data</p>
         <p>Data yang akan dijaring, berdasarkan saat perolehan dibagi atas dua:</p>
         <p>Data yang akan dijaring  saat pengembangan  meliputi  data verbal tulis dan data verbal lisan.  Data verbal lisan diperoleh  dari para ahli dan praktisi berupa saran, sanggahan,  arahan dan  interprestasi tentang   pengembangan   produk   media   presentasi   interaktif   Semi   Laboratorium   Virtual   yang dikembangkan  dalam penelitian  ini. Data yang akan dijaring  berupa data kualitatif  dan kuantitatif. Data kualitatif berupa saran, kritikan dan komentar dari praktisi (Mahasiswa S2 Program Studi Fisika PPs UNM). Data dari Mahasiswa berupa penilaian pada ujicoba terbatas dan pada saat implementasi terbatas, data tersebut adalah:</p>
         <p>Penilaian  mahasiswa  terhadap  kelayakan  media  presentasi  interaktif  Semi  Laboratorium  Virtual.</p>
         <p>Instrumen  yang  digunakan  untuk  menjaring  data  dalam  penelitian  ini  meliputi  instrumen  untuk menjaring  data  dari  ahli,  pakar,  praktisi  dan  Mahasiswa,  berupa  koesioner  tentang  daya  tarik penggunaan media presentasi interaktif Semi Laboratorium Virtual.</p>
         <p>Metode angket digunakan untuk mengukur indikator pengembangan  yang berkenaan dengan kualitas  isi  perangkat  lunak  media  presentasi  interaktif  yang  telah  dibuat  yang  meliputi  materi, tampilan,  kemudahan  penggunaan,  dan  kualitas  teknik  pembuatan.  Angket  menggunakan  format respon empat poin dari skala likert, dimana alternatif responnya adalah Sangat setuju (SS), Setuju (S), Kurang Setuju (KS) dan tidak setuju (TS).</p>
         <p>Penentuan skor skala Likert dilakukan secara apriori. Skala yang diberikan yaitu,skor 4 untuk sangat setuju (SS), skor 3 untuk setuju (S), skor 2 untuk kurang setuju (KS), dan skor 1 untuk tidak setuju (TS). Sedangkan bagi skala yang berarah negatif maka skor menjadi sebaliknya. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas logis (logical validity). Untuk membuat validitas logis dalam penelitian ini, maka pembuatan  instrumen mengikuti langkah-langkah  hati-hati, yaitu dengan memecah variabel menjadi beberapa indikator, kemudian merumuskan butir-butir pernyataan. Dengan demikian, secara logis akan dicapai validitas instrumen seperti yang dikehendaki dalam penelitian ini.</p>
         <p>Angket yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini meliputi angket Black</p>
         <p>Box Test dan Alpha Test. Black Box Test digunakan untuk menguji fungsi perangkat lunak yang telah dibuat tentang cara pengoperasian  dan kegunaannya,  apakah data, pengkodean  serta hyperlink antar file  sudah sesuai dengan yang diharapkan.  Pada penelitian ini ditetapkan bahwa suatu kriteria atau bagian dalam media presentasi interaktif ini akan diperbaiki bila dari 75% jawaban responden angket Black Box Test merupakan jawaban negatif. Apabila lebih dari 75% jawaban dari responden angket Black Box Test merupakan  jawaban  positif  maka  kegiatan  penelitian  dilanjutkan  dan analisa  hasil penelitian menggunakan angket Alpha Test.</p>
         <p>Setelah  data  diperoleh,  selanjutnya  adalah  menganalisis  data  tesebut.  Penelitian  ini  lebih menitikberatkan  pada  bagaimana  mengembangkan  media  presentasi  interaktif  Semi  Laboratorium Virtual,  sehingga  data  dianalisis  dengan  sistem  deskriptif.  Untuk  menganalisis  data  hasil  angket dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>.    Mengkuantitatifkan    hasil   angket   sesuai   dengan   indikator   yang   telah   ditetapkan   dengan</p>
         <p>memberikan skor sesuai dengan bobot yang telah ditentukan sebelumnya.</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib2">2</xref>.    Membuat tabulasi data.</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib3">3</xref>.    Menghitung persentase dari tiap-tiap subvariabel dengan rumus: P(s)=(S/N)*100</p>
         <p>P(s) = persentase sub variabel</p>
         <p>S = jumlah skor tiap sub variabel</p>
         <p>N = jumlah skor maksimum</p>
         <p>(Ali dalam Kristiningrum, 2007:41)</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib4">4</xref>.    Dari   persentase   yang   telah   diperoleh   kemudian   ditransformasikan   kedalam   tabel   supaya pembacaan hasil penelitian menjadi mudah.</p>
         <p>Untuk menentukan kriteria kualitatif dilakukan dengan cara:</p>
         <p>a.   Menentukan persentase skor ideal (skor maksimum) = 100%. </p>
         <p>b.   Menentukan persentase skor terendah (skor minimum) = 0%. </p>
         <p>c.   Menentukan range = 100-0 = 100.</p>
         <p>d.   Menentukan interval yang dikehendaki = 4 (baik, cukup, kurang, dan tidak baik).</p>
         <p>e.   Menentukan lebar interval (100/4 = 25).</p>
         <p>Selanjutnya,  secara  kontinum  digambarkan  tingkat  gradasi  hasil  analisis,  maka  range persentase dan kriteria kualitatif dapat ditetapkan sebagai berikut:</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib0">0</xref>              
            <xref ref-type="bibr" rid="bib25">25</xref>%        50%          75%          100%</p>
         <p>TS             KS             S               SS</p>
         <table-wrap id="tbl2" specific-use="rules">
            <label>Gambar 3</label>
            <caption>
               <title>
                  <xref ref-type="bibr" rid="bib2">2</xref>. Kriteria skor</title>
            </caption>
            <table>
               <tr>
                  <td>76%       </td>
                  <td>skor      100%</td>
                  <td>= Baik</td>
               </tr>
               <tr>
                  <td>51%       </td>
                  <td>skor     75%</td>
                  <td>= Cukup baik</td>
               </tr>
               <tr>
                  <td>26%       </td>
                  <td>skor     50 %</td>
                  <td>= Kurang baik</td>
               </tr>
               <tr>
                  <td>0%         </td>
                  <td>skor      25%</td>
                  <td>= Tidak baik</td>
               </tr>
            </table>
         </table-wrap>
         <p>Penelitian ini dikatakan berhasil apabila dari angket diperoleh hasil yang berada pada rentang 76%  </p>
         <p>skor    100% dan 51%    skor    75% atau pada kriteria “Baik” dan “Cukup Baik.</p>
      </sec>
      <sec>
         <title>HASIL DAN PEMBAHASAN</title>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib3">3</xref>.1 Tahap Pendefenisian (define)</p>
         <p>Sebelum pembuatan  media presentasi  interaktif  Semi Laboratorium  Virtual ada beberapa  hal yang perlu di analisis sebagai berikut :</p>
         <p>a.    Pokok bahasan listrik dinamis untuk SMA kelas X semester 2 Kompetensi  Dasar  Menerapkan</p>
         <p>konsep   kelistrikan   dalam  berbagai   penyelesaian   masalah   dan  berbagai   produk   teknologi. (materiyang  diambil  meliputi  : Arus listrik dan beda potensial,  kuat arus listrik,  hukum ohm, hukum I kirchoff, rangkaian resistor, dan hukum II Kirchoff). Analisis terhadap materi pelajaran dilakukan  melalui kegiatan studipustaka  terhadap buku-buku  atau  literatur yang terkait tentang pokokbahasan listrik dinamis untuk siswa SMA kelasX.</p>
         <p>b.    Analisis  penggambaran  materi  yang dapat  terkomputerisasi.  Hal ini dilakukan  untuk  memilih</p>
         <p>gambar, video, atau animasi yang mudah menggambarkan materi yang akan dibahas dalam media presentasi  interaktif.  Dilakukan  secara  selektif  dan melalui  proses  revisi  untuk  meminimalisir kemungkinan timbulnya miskonsepsi akibat visualisasi yang kurang tepat.</p>
         <p>c.    Menentukan perangkat lunak utama dan perangkat lunak pendukung yang akan digunakan dalam penyusunan media presentasi interaktif.</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib3">3</xref>.2 Tahap Desain dan pengembangan (design and develop)</p>
         <p>Pada tahap ini dilakukan kegiatan – kegiatan sebagai berikut :</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib3">3</xref>.2.1     Menyusun Bahan Bacaan</p>
         <p>Bahan  bacaan  yang  disusun  dijadikan  bahan  dalam  penyusunan  perangkat  lunaktutorial pembelajaran, yang dapat dipelajari secara mandiri oleh siswa.</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib3">3</xref>.2.2     Menyusun Perangkat lunak pembelajaran (produksi)</p>
         <p>Perangkat lunak pembelajaran yang disusun terdiri atas, (1) buku ajar sebagai bahan bacaan pendamping bagi siswa, (2) perangkat lunak untuk pembelajaran di kelas, yaitu media presentasi interaktif Semi Laboratorium Virtual yang akan digunakan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Perangkat lunak presentasi bertujuan untuk memudahkan Guru dalam melakukan pembelajaran di kelas, perangkat lunak tersebut bersifat interaktif, sehingga memungkinkan guru atau tenaga pengajar untuk menyajikan materi secara interaktif walaupun dalam bentuk presentasi.</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib3">3</xref>.2.3     Validasi</p>
         <p>Validasi  ahli  yang  dilibatkan  meliputi  ahli  dibidang  materi  atau  konten  dan  ahli  media pembelajaran. Ahli media terdiri atas satu orang doktor pengajar media pembelajaran fisika.</p>
         <p> Tabel 3.1. Hasil Validasi Ahli Tentang Kualitas TampilanPerangkat  Lunak Presentasi</p>
         <p>   No.   Aspek yang dinilai                                                           Skor     Keterangan  </p>
         <p>    
            <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>.    Kombinasi latar depan dan latar belakang sesuai                90             Baik 	</p>
         <p>    
            <xref ref-type="bibr" rid="bib2">2</xref>.    Teks atau tulisan mudah terbaca                                          90             Baik 	</p>
         <p>    
            <xref ref-type="bibr" rid="bib3">3</xref>.    Animasi tampilan menarik                                                  95             Baik 	</p>
         <p>    
            <xref ref-type="bibr" rid="bib4">4</xref>.    Gambar mendukung peyampaian materi                             90             Baik 	</p>
         <p>       Tabel 3.2. Hasil Validasi Ahli Tentang Daya TarikPerangkat Lunak Presentasi</p>
         <p>  No.  Aspek yang dinilai                                                              Skor     Keterangan  </p>
         <p>   
            <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>.   Warna layar depan (gambar dan huruf) menarik                    95             Baik 	</p>
         <p>   
            <xref ref-type="bibr" rid="bib2">2</xref>.   Huruf dan kalimat judul menarik perhatian                            95             Baik 	</p>
         <p>   
            <xref ref-type="bibr" rid="bib3">3</xref>.   Gambar, ilustrasi, grafik dan video menarik perhatian           95             Baik 	</p>
         <p>   
            <xref ref-type="bibr" rid="bib4">4</xref>.   Tata letak menarik perhatian                                                  95             Baik 	</p>
         <p>   
            <xref ref-type="bibr" rid="bib5">5</xref>.   Animasi penggalan tampilan menarik perhatian                    95             Baik 	</p>
         <p>   
            <xref ref-type="bibr" rid="bib6">6</xref>.   Tata suara menarik perhatian                                                  95             Baik 	</p>
         <p>                                         Rata – rata                                              95              Baik 	</p>
         <p>            Tabel 3.3. Hasil Penilaian Media PresentasiInteraktif    	</p>
         <p>  No                             Aspek yang dinilai                             Skor (%)             Ket 	</p>
         <p>   
            <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>.   Kombinasi latar depan dan latar belakang sesuai                 85                   Baik 	</p>
         <p>   
            <xref ref-type="bibr" rid="bib2">2</xref>.   Teks atau tulisan mudah terbaca                                           88                   Baik 	</p>
         <p>   
            <xref ref-type="bibr" rid="bib3">3</xref>.   Animasi tampilan menarik                                                   92                   Baik 	</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib5">5</xref>.   4.   Gambar mendukung penyampaian materi                            88                  Baik 	 Tata letak gambar, grafik dan teks memudahkan</p>
         <p>          penyimak untuk memahami materi                                      90                   Baik 	</p>
         <p>   
            <xref ref-type="bibr" rid="bib6">6</xref>.   Warna layar depan (gambar dan huruf) menarik                  87                   Baik 	</p>
         <p>   
            <xref ref-type="bibr" rid="bib7">7</xref>.   Gambar, ilustrasi, grafik dan video menarik perhatian         87                   Baik 	</p>
         <p>   
            <xref ref-type="bibr" rid="bib8">8</xref>.   Tata letak menarik perhatian                                                 85                   Baik 	</p>
         <p>   
            <xref ref-type="bibr" rid="bib9">9</xref>.   Penggunaan tombol navigasi konsisten                                87                   Baik 	</p>
         <p>  
            <xref ref-type="bibr" rid="bib10">10</xref>.  Tombol navigasi mudah dipahami                                        85                   Baik 	</p>
         <p>  
            <xref ref-type="bibr" rid="bib11">11</xref>.  Menggunakan kalimat yang sederhana dan padat                 96                   Baik 	</p>
         <p>  
            <xref ref-type="bibr" rid="bib12">12</xref>.  Materi tidak menganderung miskonsepsi                             87                   Baik 	</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib14">14</xref>.  13.  Penyajian materi sistematis                                                   88                  Baik 	 Gambar, ilustrasi, grafik dan video menuntun untuk</p>
         <p>          memahami materi                                                                 88                   Baik 	</p>
         <p>                                        Rata-rata                                               88                   Baik 	</p>
         <p>Hasil  penilaian  media  presentasi  oleh praktisi  menghasilkan  persentase  88%  atau  tergolong kategori baik, sehingga media presentasi interaktif yang telah dibuat memenuhi kriteria praktis dan sistematis.</p>
      </sec>
      <sec>
         <title>KESIMPULAN</title>
         <p>Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>. Telah disusun buku ajar dan media presentasi  interaktif  Semi Laboratorium  Virtual pada  pokok bahasan Listrik Dinamis untuk SMA kelas X semester 2.</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib2">2</xref>. Hasil validasi dari ahli, dan praktisi, serta penilaian mahasiswa pada saat ujicoba terbatas, secara keseluruhan  memberikan  penilaian  dalam kategori  baik, dengan  rincian  yaitu  validasi  oleh ahlimedia  diperoleh  persentase  untuk  kualitas  tampilan  adalah  sebesar  92%  dan untuk  daya  tarik diperoleh 95%, hasil penilaian olehpraktisi diperoleh hasil untuk sisi kepraktisan  dan sistematika diperoleh hasil persentase 88% sedangkan hasil ujicoba terbatas diperoleh hasil persentase sebesar 82%  dengan   demikian   media   presentasi   interaktif   Semi   Laboratorium   Virtual   yang   telah dikembangkan  layak digunakan dalam pelaksanaan  proses pembelajaran  fisika khususnya pokok bahasan Listrik Dinamis.</p>
      </sec>
      <sec>
         <title>SARAN</title>
         <p>Berdasarkan pengalaman selama pelaksanaan penelitian dan hasil penelitian disarankan :</p>
         <list list-type="ordered">
            <list-item>
               <p>Kepada  guru pengguna  perangkat  lunak  yang telah dikembangkan  ini, yaitu media  presentasi interaktif   Semi  Laboratorium   Virtual,  diharapkan   berlatih  terlebih  dahulu  agar  menguasai perpindahan tiap scene slide.</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Mempersiapkan  dan menguji segala sarana dan alat bantu berupa hardware yang akan digunakan sebelum melakukan presentasi</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Menggunakan alat bantu yang memudahkan untuk mengatur navigasi antar slide misalnya dengan menggunakan    wireless    presenter    ataus    martboard    sehingga    siswa    dan    guru    dapat mengoptimalkan fungsi media presentasi interaktif Semi Laboratorium Virtual yang telah dibuat.</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Aplikasi  presentasi  interaktif  ini masih terdapat  kekurangan  dalam tampilan  animasi,  sehingga diharapkan untuk pengembangan  selanjutnya  dapat dibuat aplikasi animasi yang dianalisis lebih mendalam  sehingga  dapat  membangun  konsep  pada diri siswa serta  membantu  meminimalisir timbulnya miskonsepsi terutama pada mata pelajaran fisika.</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Agar dibuatkan media presentasi interaktif untuk pokok bahasan lain yang lebih bersifat abstrak sehingga dapat membantu dalam proses pengajaran fisika.</p>
            </list-item>
         </list>
      </sec>
      <sec>
         <title>DAFTAR PUSTAKA</title>
         <list list-type="ordered">
            <list-item>
               <p>Amin, M. 1984. Hakekat sains. Yogyakarta : FPMIPA IKIP Yogyakarta.</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Beiser, Arthur.1992. Konsep Fisika Modern (Edisi Keempat). Jakarta: Gelora Akasara Pratama.</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Berg, B. L. (2007). Qualitative Research Methods for the Social Sciences. Boston: Pearson Education, Inc.</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Criswell L. Eleanor, (1989), The Design of Computer Based Instruction, New York: Macmilan Publishing Company.</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Edwards, Clifford H. &amp; Fisher, Robert F. 1977. Teaching Elementary School Science :A Competency-Based Approach. New York: Praeger Publisher.</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Harun, Jamaluddin. Tasir Zaidatun. 2003. Multimedia dalam Pendidikan. Bontang: PTS Publication</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Hasrul, 2010. Jurnal MEDTEK, Volume 2, Nomor 1, Halaman 2.</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Hocine Belmili, 2011, Semi-Virtual Laboratory Design For Photovoltaic Generator characterization</p>
            </list-item>
         </list>
         <p>Performance,  <ext-link xlink:href="http://www.ep.liu.se/ecp/057/vol11/032/ecp57vol11_032.pdf">http://www.ep.liu.se/ecp/057/vol11/032/ecp57vol11_032.pd</ext-link>f,  diakses  tanggal  1  Mei</p>
         <p>
            <xref ref-type="bibr" rid="bib2013">2013</xref>.</p>
         <list list-type="ordered">
            <list-item>
               <p>Jerry Willis, 2000, A General Set of Procedures for Constructivist Instructional Design: The New R2D2 Model, <ext-link xlink:href="http://www.lavaredwards.com/edpsych/research/R2D2.pdf">http://www.lavaredwards.com/edpsych/research/R2D2.pd</ext-link>f, diakses tanggal 1 Mei 2013.</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Jerry Willis, 2000, Constructivist Instructional Design: Creating a Multimedia Package for Teaching Critical Qualitative Research, <ext-link xlink:href="http://www.nova.edu/ssss/QR/QR5-1/colon.html">http://www.nova.edu/ssss/QR/QR5-1/colon.html</ext-link>, diakses tanggal 1 Mei 2013</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Kristiningrum. 2007. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif dengan Macromedia Authorware 7.0 Pada Materi Fisika Sekolah Menengah Atas (SMA) Pokok Bahasan Kinematika Gerak Lurus. Skripsi.Semarang: Unnes.</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Kuslan,  L.  &amp;  A.H. Stone. 1969. Teaching children science: an inqury approachs. California: Wadsworth Publishing Company, Inc.</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Rusman, 2011. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: RajaGrafindo Persada.</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Sumaji., Soehakso., Wijaya,M. dkk. 1998. Pendidikan Sains yang Humanistis. Yogyakarta: Kanisus. Hubbard, Peter et al. 1983. A training Course for TEFL, Oxford University Press: Oxford.</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Marc  Couture, 2003, The Virtual Physics Lab (VPLab), <ext-link xlink:href="http://benhur.teluq.uqam.ca/~mcouture/lvp/vplab/VPLdesc.htm">http://benhur.teluq.uqam.ca/~mcouture/lvp/vplab/VPLdesc.htm</ext-link>, diakses tanggal 1 Mei 2013. Teunis (Tim) Roos, 2012, The R2D2 Model of Instructional Design, http:/etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/The_R2D2_Model_of_Instructional_Design diakses tanggal, 1 Mei 2013.</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Yusuf, Oik,  2012, 2013, Pengguna Internet Indonesia Bisa Tembus 82 Juta,<ext-link xlink:href="http://tekno.kompas.com/read/2012/12/13/10103065/2013.pengguna.internet.indonesia.bisa.te"> http://tekno.kompas.com/read/2012/12/13/10103065/2013.pengguna.internet.indonesia.bisa.te</ext-link> mbus.82.juta, diakses tanggal 1 Mei 2013.</p>
            </list-item>
            <list-item>
               <p>Zen, M.T. 1984. Sains, Teknologi dan Hari Depan Manusia. Jakarta : Gramedia</p>
            </list-item>
         </list>
      </sec>
   </body>
   <back>
      <fn-group>
         <title>Competing interests</title>
         <fn fn-type="conflict" id="conf1">
            <p>The author declare that no competing interests exist.</p>
         </fn>
      </fn-group>
      <ref-list>
         <title>References</title>
      </ref-list>
   </back>
</article>
